Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenaikan Yesus Kristus: Puncak Penyelamatan dan Panggilan Kita



Kis 1:9-11: "Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Kenaikan Yesus merupakan puncak dari seluruh rangkaian penyelamatan manusia yang berdosa. 

Dimana Dia harus turun dan meninggalkan kemuliaan yang Ia miliki.

Juruselamat kita turun ketika Dia datang ke palungan di Betlehem, sebagai seorang bayi, dan turun lebih jauh lagi ketika Dia menjadi “seorang yang penuh dukacita dan biasa menderita dukacita.” Dia tetap turun lebih rendah lagi ketika Dia taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib; dan lebih jauh lagi ketika mayat-Nya dibaringkan di dalam kubur.  

Bahkan Rasul Paulus menyebutkan bahwa Ia telah turun kebagian bumi yang paling bawah (Ef 4:9) 

Semua itu Yesus harus jalani oleh karena dosa dunia.

Namun kemudian bahwa dari bumi yang paling bawah itu, tiga hari kemudia Yesus naik dan bangkit dari kematian, Ia membuktikan kepada murid-murid Nya bahwa Ia hidup dan selama empat puluh hari Ia banyak menampakkan diri kepada banyak saksi.

Dan sesudah Yesus memberikan pesan dan amanat kepada murid-murid Ia terangkat disaksikan oleh mereka dan kemudian awan menutup-Nya (Kis 1:9).

Lalu apa yang terjadi di sorga ketika Anak Allah kembali ketempat dari mana Ia sebelumnya berasal?

1. Injil Markus menyebutkan bahwa setelah Yesus terangkat kesorga, Ia lalu duduk disebelah kanan Allah (Mar 16:19).

Dan ditengah kumpulan berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa malaikat dan seluruh penduduk sorga Yesus menerima segala kekuasaan, Why 5:11.

Itulah sebabnya Yesus pernah berkata, Kepada Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Mat 28:17-18).

2. Yesus naik kesorga selanjutnya untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita (Ibr 9:24).

Mari kita renungkan kebenaran yang luar biasa ini. Yesus naik ke surga bukan untuk meninggalkan kita, tetapi untuk membawa kepentingan kita dihadapan hadirat Allah Bapa.

Kenaikan Nya sekaligus untuk menjadi Imam besar yang membawa darah Nya sendiri, untuk menegaskan dihadapan Allah bahwa Ia telah menebus manusia dengan darah Nya (Ibr 9:11-12), 

Sehingga dengan Yesus sebagai Imam Besar di sorga maka kita sekarang setelah dibeli dengan darah Yesus, kita boleh menjadi imam-imam bagi Allah di dalam dunia ini Why 5:9-10.

Apa artinya bahwa kita adalah imam-imam Allah di dunia ini? Sebagai imam kita memiliki hak untuk mendekat kehadapan Allah, sedangkan orang awam tidak dan pada jaman PL yang bisa menjadi imam hanya keturunan Harun (Bil 3:10, Bil 18:7).

Tetapi kita hari ini setelah Yesus naik ke sorga kita adalah imam-imam karena penebusan Kristus.

Seorang imam harus hidup dalam kekudusan, kekudusan adalah ciri yang tak terpisahkan dari seorang imam(Kel 19:6, 22, Im 21:6).

Seorang imam harus diurapi dengan minyak, Kristus juga mengurapi orang percaya dengan kuasa Roh Kudus (Luk 24:49).

Seorang imam bertugas membakar ukupan wangi-wangian setiap pagi dan sore dihadapan Allah (Kel 30:7-8), persembahan ukupan memiliki hubungan dengan doa-doa umat Allah (Mzm 141:2, Luk 1:10).bd Why 5:8. Doa-doa kita harus naik kehadirat Allah setiap hari, itu adalah korban ukupan yang harum dihadapan Allah.

Kalau Imam di perjanjian Lama bertugas membawa darah domba jantan untuk menghadap hadirat Allah, bagi kita yang ada didalam Yesus kita memiliki tugas untuk membawa berita tentang darah Yesus yang menghapus dosa dunia. Luk 24:47-48, Mat 28:18-20, 1Pet 2:9.

Kenaikan Yesus Kristus menandai puncak dari misi penyelamatan-Nya bagi umat manusia. Dari kelahirannya di Betlehem hingga kematian-Nya di kayu salib, Yesus turun ke tingkat yang paling rendah untuk menebus dosa manusia. 

Namun, setelah kebangkitan-Nya, Dia naik ke surga untuk duduk di sebelah kanan Allah dan menjadi Imam Besar bagi umat-Nya. 

Melalui penebusan-Nya, kita juga dipanggil untuk menjadi imam-imam bagi Allah di dunia ini, dengan tugas-tugas yang mencakup doa, kesaksian tentang karya penebusan Yesus, dan hidup dalam kekudusan.