Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dibalik Kematian: Perspektif Alkitab tentang Kehidupan Setelah Mati



Dalam Lukas 16:19-31, Yesus mengajarkan tentang dua kisah setelah kematian yang menggambarkan nasib orang kaya dan Lazarus, seorang pengemis. Mari kita melihat apa yang Alkitab katakan mengenai hal ini:

Kisah Orang Kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31)

1. Lazarus dipangkuan Abraham: Lazarus, meskipun miskin dan penuh borok, dipandang sebagai orang yang beriman. Setelah kematiannya, ia disambut oleh malaikat-malaikat dan dibawa ke pangkuan Abraham (Lukas 16:22).

2. Penderitaan orang kaya: Sebaliknya, orang kaya mengalami penderitaan di alam maut. Meskipun tidak disebutkan bahwa ia disambut oleh malaikat, ia mengalami penderitaan yang besar (Lukas 16:23).

3. Nasib berbeda setelah kematian: Lazarus menikmati kebahagiaan sementara orang kaya menderita. Ini menunjukkan bahwa ada kehidupan setelah kematian, dan nasib setiap orang ditentukan oleh iman dan perbuatan mereka selama hidup di dunia (Lukas 16:24-25).

Pelajaran dari Kisah Ini

1. Kehidupan Setelah Kematian: Kisah ini membuktikan bahwa ada kehidupan setelah kematian. Kebahagiaan atau penderitaan setelah kematian tergantung pada hubungan kita dengan Tuhan selama hidup di dunia ini.

2. Tindakan Mempengaruhi Nasib Kekal: Perbuatan dan iman kita di dunia ini akan menentukan nasib kita setelah kematian. Orang kaya yang hidup untuk kesenangan duniawi tanpa memperhatikan Tuhan dan sesama akhirnya menderita, sementara Lazarus yang beriman menikmati kebahagiaan.

3. Pilihan Kekal: Setelah kematian, hanya ada dua tempat yang kekal: Pangkuan Abraham artinya (sorga) atau alam maut berarti berakhir  di (neraka). Penyesalan setelah kematian tidak akan berguna, karena nasib kita telah ditentukan oleh tindakan dan iman kita selama hidup.

Kesimpulan

Kisah orang kaya dan Lazarus adalah pengingat bagi kita untuk mempertimbangkan nasib kekal kita. Hari ini adalah kesempatan bagi kita untuk memutuskan hubungan kita dengan Tuhan dan menentukan nasib kita setelah kematian. Sebagai umat Kristen, kita dipanggil untuk hidup dengan iman dan melakukan kehendak Tuhan, sehingga kita dapat memperoleh kehidupan yang kekal di pangkuan-Nya.

Referensi Alkitab: Lukas 16:19-31, Wahyu 20:15, Yohanes 5:24, Yohanes 3:18.